BERPIKIR KOMPUTASIONAL

BERPIKIR KOMPUTASIONAL




Berpikir komputasional menjadi sebuah cara atau konsep dalam mengatasi masalah dan kemudian mencari solusi dari permasalahan tersebut dengan memanfaatkan teknologi ilmu komputer  yang ada.

Melalui cara berpikir komputasional, kamu mampu untuk mengamati masalah, memecahkan masalah, hingga juga mengembangkan solusi dari masalah tersebut.

Pada dasarnya, berpikir komputasional sendiri merupakan hasil adaptasi dari sebuah pemikiran atau cara kerja yang asalnya dari komputer.

Namun, sayangnya masih ada yang memiliki anggapan bahwa berpikir komputasional itu sendiri harus selalu menggunakan komputer. Dalam kenyataannya, hal ini tidak benar.

Memang dalam penerapan berpikir komputasional sendiri bukanlah sebuah hal yang mudah untuk dilakukan. Terdapat usaha lebih yang harus diselesaikan supaya bisa menerapkan konsep ini dengan baik.

Akan tetapi, bukan berarti sulitnya penerapan ini tidak bisa untuk dipelajari begitu saja. Semua orang mampu mengubah pola pikir menjadi konsep berpikir komputasional dalam berbagai situasi yang dihadapi.

Cara yang dapat dilakukan yaitu dengan sebisa mungkin membiasakan diri menggunakan konsep pikir ini. Dari sini, nantinya baru akan dirasakan dampak dan manfaat dari penerapan konsep satu ini.

Agar kamu dapat terbiasa menggunakan konsep berpikir komputasional, maka bisa diajarkan sejak dini. Mulai dari pembelajaran di kelas, lingkungan sehari-hari, dan lain sebagainya.


Karakteristik Berpikir Komputasional

Berikut ini merupakan karakteristik yang dimiliki oleh konsep berpikir komputasional diantaranya:

  1. Mendasar tetapi bukan menghafal dengan cara memahami kemampuan dan konsep dengan baik.
  2. Menyesuaikan dengan konsep dan bukan berdasarkan pada pemrograman.
  3. Mengutamakan ide atau gagasan dan bukan pada benda.
  4. Dapat saling melengkapi antara teknik dan matematis.
  5. Memiliki kemampuan dalam mengoperasikan komputer dengan baik.
  6. Dapat digunakan dan dimanfaatkan dari mana saja dan kapan saja saat diperlukan.
  7. Mampu menerapkan cara manusia dalam berpikir dan bukan cara berpikir yang digunakan oleh komputer.
  8. Memiliki sifat menantang yang dilihat dari dalam sudut pandang seorang intelektual.
Manfaat Penerapan Berpikir Komputasional
  1. Memudahkan dalam memecahkan masalah yang besar dan kompleks menggunakan cara yang efektif dan efisien. Masalah kompleks tersebut dapat diselesaikan dengan baik sehingga bisa menjadi masalah yang sederhana.
  2. Melatih kemampuan otak supaya bisa terbiasa untuk mulai berpikir secara terstruktur, matematis, kreatif, dan logis.
  3. Memudahkan diri dalam mengamati sebuah masalah dan menemukan solusi dari masalah itu. Semakin banyak solusi yang bisa ditemukan atau dimiliki, maka masalah tersebut dapat diselesaikan dengan lebih efisien dan efektif.
Teknik Pendekatan Berpikir Komputasional

1. Dekomposisi

Teknik pendekatan berpikir komputasional yang pertama yaitu bisa melalui dekomposisi. Pada dasarnya, teknik ini digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan cara memecah masalah.

Pemecahan sebuah masalah yang cukup kompleks kemudian dibagi ke beberapa bagian yang lebih kecil agar mudah diselesaikan.

Contoh dari penerapan dekomposisi ini misalnya saat kamu membuat sebuah produk makanan ringan yang terbuat dari bahan seperti kentang.

Metode dekomposisi yang dapat dilakukan untuk penyelesaian masalah tersebut diantaranya:

  1. Seperti apa produk makanan ringan yang ingin untuk dibuat?
  2. Apa jenis rasa yang nantinya diberikan untuk produk?
  3. Apa saja jenis bumbu dan bahan yang harus disediakan?
  4. Apa bentuk packaging atau kemasan yang ingin digunakan?
  5. Bagaimana cara untuk melakukan produksi makanan ringan tersebut?
  6. Siapa saja yang nantinya menjadi target pasar produk makanan ringan tersebut?
  7. Apa strategi pemasaran yang nantinya ingin digunakan dan diterapkan?

2. Pengenalan Pola

Teknik pendekatan berpikir komputasional yang kedua yaitu dengan melalui pengenalan pola.

Pada teknik ini, pemecahan masalah dilakukan dengan cara mencari atau memperhatikan pola dari permasalahan tersebut.

Pola itu dapat dibangun dengan berbagai cara yang ada. Mulai dari seperti perilaku, bentuk, suara, bahan, kecepatan gerak, gerakan, arah gerak, pertambahan, gerak, warna, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Contoh dari pengenalan pola ini yaitu misalnya dengan barisan angka 2-6-10-14-18. Setelah angka 18 tersebut, maka harus dicari angka selanjutnya.

3. Abstraksi

Teknik pendekatan berpikir komputasional yang ketiga yaitu dengan abstraksi.

Pada teknik satu ini berkaitan dengan kemampuan dalam memilah data yang sesuai dan relevan dengan data lain yang harus diabaikan.

Dari teknik tersebut, kemudian nantinya akan menemukan pola yang dapat berujung terhadap solusi.

Pola ini perlu kemampuan dalam menentukan mana yang relevan dan tidak. Kuncinya yaitu dengan fokus atas topik atau permasalahan yang ada.

4. Algoritma

Teknik pendekatan berpikir komputasional yang keempat yaitu ada dengan menggunakan algoritma.

Berpikir dengan dasar algoritma merupakan cara berpikir dengan merencanakan atau menggunakan langkah instruksi tertentu agar bisa memecahkan permasalahan.

Teknik penulisan algoritma ini bisa dengan beberapa cara seperti flowchart dan juga pseudocode.


Video Berpikir Komputasional


Comments

Popular posts from this blog

PKK TKJ [ BAB I ] Perencanaan Produksi Massal Produk Perangkat Keras

SISTEM BILANGAN

BAB I a. Dasar- Dasar Mikrokontroller